Friday, 12 August 2016

TEKNOLOGI SEBAGAI SEBUAH PENDEKATAN DALAM PROBLEMA PENDIDIKAN

A.    Pengertian Teknologi Pendidikan

Istilah teknologi memang dipinjam dan pemakaiannya dimulai dalam bidang industri. Istilah ini berasal dari bahasa Greek “techne” yang berarti cara atau seni, sedang logos (bahasa latin) berarti ilmu atau pengetahuan yang dimaksudkan untuk melukiskan suatu susunan atau system yang bekerja nmenurut suatu cara untuk mencapai tujuan tertentu. 
Dalam kamus bahasa Indonesia disebutkan teknologi adalah kata benda yang berarti : Ilmu teknik (Suharto dan Tata Iryanto: 257)
Bila dihubungkan dengan pendidikan, pengajaran, maka teknologi bukanlah sekedar benda, alat, bahan atau perkakas, tetapi tersimpul pula sikap, perbuatan organisasi dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan ilmu. (Setijadi, 1986: 87).
Pengertian teknologi pengajaran adalah suatu proses yang kompleks dan terpadu yang meliputi manusia, prosedur, ide, alat dan organisasi untuk menganalisis masalah serta merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola usaha pemecahan masalah yang berhubungan dengan segala aspek belajar. (Mudhoffir, 1986:5)
Sedangkan menurut Fred Percival dan Henry Ellington yang dialih bahasakan oleh Sudjarwo mengatakan “bahwa teknologi pendidikan adalah sesuatu yang berhubungan dengan peralatan teknik dan media yang dipakai dalam pendidikan, seperti overhead, projector, televisi, slide projector, auditape, rekaman video dan sebagainya”. Sedangkan yang lain berpendapat bahwa teknologi pendidikan adalah suatu kegiatan yang melibatkan analisis klinis dan sistematis dari keseluruhan proses belajar mengajar sebagai usaha untuk mencapai keefektivan belajar mengajar yang optimal. (Fred Percival dan Henry Ellington, 1988:1).
Gene L. Wilkinson mengemukakan, teknologi pendidikan adalah suatu proses yang kompleks dan terpadu menyangkut orang, prosedur, ide, alat dan organisasi, untuk menganalisis masalah, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang berkaitan dengan segala aspek belajar. (Gene L. Wilkinson, 1984:3)
Menurut Yusufhadi Miarso, dkk, teknologi pendidikan adalah suatu proses yang integrasi meliputi manusia, prosedur, ide, peralatan dan organisasi, untuk menganalisa masalah, yang menyangkut semua aspek belajar, serta merancang, melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah itu. (Yusufhadi Miarso, dkk.1986:5).

Dalam buku Teknologi Pendidikan (Fred Percival dan Henry Ellington, 19889-10) menyebutkan bahwa pengertian teknologi pendidikan adalah :
1.      Teknologi pendidikan adalah pengembangan, peneerapan, dan evaluasi system, teknik dan alat dengan tujuan untuk meningkatkan proses belajar bagi manusia.
2.      Teknologi pendidikan adalah penerapan pengetahuan ilmiah tentang belajar dan kondisi belajar, untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi dalam mengajar dan latihan. Dalam implisit, adalah menetapkan prinsip-prinsip ilmiah, teknologi pendidikan adalah menerapkan teknik-teknik empiris untuk meningkatkan situasi belajar.
3.      Teknologi pendidikan adalah cara yang sistematik dalam desain, penerapan dan evaluasi proses belajar mengajar secara keseluruhan untuk mencapai tujuan instruksional yang spesifik, berdasarkan pada penelitian teori belajar, komunikasi dan penggunaan secara kombinasi dari berbagai sumber manusia dan non manusia untuk memperoleh efektivitas pengajaran.    
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa teknologi pendidikan suatu proses yang kompleks dan terpadu menyangkut orang, prosedur, ide, alat dan organisasi, untuk menganalisis masalah, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang berkaitan dengan segala aspek belajar yang baik dalam proses belajar mengajar untuk memperoleh efektivitas pengajaran sehingga mendapat tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran.

B.     Macam-macam Teknologi

Dalam dunia pendidikan ada dua persepsi yang berbeda tentang teknologi pendidikan, yaitu teknologi dalam pendidikan dan teknologi dari pendidikan.
I.        Teknologi Dalam Pendidikan.
Teknologi dalam pendidikan mencakupi setiap kemungkinan sarana (alat) yang dapat digunakan untuk menyajikan informasi. Hal ini berhubungan erat dengan alat-alat yang dipakai dalam pendidikan dan latihan seperi. TV, Laboratorium Bahasa, audio visual aids (AV aids)/alat Bantu pandang dengar, dan berbagai jenis media yang diproyeksikan.
Secara umum AV aids terdiri dari dua komponen yang saling tergantung tetapi berbeda satu sama lain, yaitu:
a.       Sesuatu yang disebut dengan perangkat keras (hardware). Pengertian hardware adalah yang berhubungan dengan peralatan yang sesungguhnya, seperti overhead projector (OHP), slide projector, tape recoerder, perekam kaset vidio, monitor TV, mikro komputer, projector film, dan projector film strip.
b.      Sesuatu yang disebut dengan perangkat lunak (software). Software adalah yang berkenaan dengan benda yang dipakai sehubungan dengan adanya hardware tersebut. Benda tersebut antara lain adalah transparansi, program slide, kaset audio, rekaman video, dan program komputer. (Fred Percival dan Henry Ellington, 1988), p. 2. 
  Dalam Buku  (Arsyad 2003: 30-32) teknologi memiliki bermacam jenis di antaranya adalah :
1.      Teknologi Cetak
Teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual statis terutama melaui proses percetakan mekanis atau fotografis.
2.      Teknologi Audio Visual
Teknologi audio visual adalah cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual.
3.      Teknologi Berbasis Komputer
Teknologi berbasis komputer merupakan cara menghasilkan menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis mikro-prosesor.
4.       Teknologi Gabungan
Teknologi gabungan adalah cara untuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan oleh komputer.

II.     Teknologi dari pendidikan.
 Para ahli teknologi pendidikan berpendapat bahwa peran utama teknologi pendidikan adalah untuk membantu meningkatkan efisiensi menyeluruh proses belajar mengajar. Dalam pendidikan dan pelatihan, meningkatkan efisiensi mempunyai banyak arti. Hal yang mungkin dapat memperjelas arti efisiensi tersebut, antara lain adalah sebagai berikut (Fred Percival dan Henry Ellington, 1988:3):
a.       Meningkatkan kualitas belajar atau penguasaan materi belajar.
b.      Mempersingkat waktu yang dipakai untuk mencapai tujuan-tujuan yang diingikan dalam belajar.
c.       Meningkatkan kemampuan guru, dalam arti guru dapat lebih memperhatikan siswa satu-persatu dalam jumlah siswa yang relatif banyak tanpa mengurangi kualitas belajar mengajar.
d.      Mengurangi biaya, tanpa mempengaruhi kualitas belajar. 
Penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar mempunyai nilai-nilai praktis sebagai berikut (Asnawir dan Usman, 2001:14-15):
·         Teknologi dapat mengatasi berbagai keterbatasan pengalaman yang dimilki siswa atau mahasiswa.
·         Teknologi dapat mengatasi ruang kelas.
·         Teknologi memungkinkan adanya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungan.
·         Teknologi menghasilkan pengamatan.
·         Teknologi dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis. Penggunaan media, seperti gambar, film, model, grafik, dan lainnya dapat memberikan konsep dasar yang benar.
·         Teknologi dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru.
·         Teknologi dapat membangkitkan motivasi dan merangsang siswa untuk belajar.
·         Teknologi dapat memberi pengalaman yang integral dari suatu yang konkrit sampai kepada yang abstrak.

C.    Fungsi Dan Manfaat Teknologi Pendidikan

Menurut Levie dan Lentz, ada empat fungsi teknologi pendidikan:
1.      Fungsi atensi, media visual merupakan inti yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkosentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
2.      Fungsi afektif, media visual dapat dilihat dari tingkatan kenikmatan siswa ketika belajar atau membaca teks yang bergambar.
3.      Fungsi kognitif, media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambing visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung di dalam gambar.
Menurut Sudjana dan Rivai dalam Buku (Setijadi, 1986:23-25) bahwa manfaat teknologi pendidikan adalah:
1.      Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2.      Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat dipahami oleh semua siswa.
3.      Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. Apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran. 
Dalam salah satu buku media pengajaran (Asnawir dan Usman, 2001:28) disebut pula bahwa fungsi teknologi pengajaran sebagai berikut:
Ø  Membantau memudahkan belajar bagi siswa atau mahasiswa dan membantu memudahkan mengajar bagi guru atau dosen.
Ø  Memberi pengalaman lebih nyata (yang abstrak dapat menjadi konkrit).
Ø  Semua indra murid dapat diaktifkan. Kelemahan satu indaradapat diimbang oleh kekuatan indra yang lainnya.
Ø  Menarik perhatian siswa lebih besar (jalannya pelajaran tidak membosankan).
Ø  Lebih menarik perhatian dan minat murid dalam belajar.
Ø  Dapat membangkit dunia teori dengan realita.
Ada beberapa syarat umum yang harus dipatuhi dalam pemanfaatan teknologi pengajaran dalam proses belajar mengajar:
Ø  Teknologi pengajaran yang digunakan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Ø  Teknologi pengajaran tersebut merupakan media yang dapat dilihat atau didengar.
Ø  Teknologi pengajaran juga harus sesui dengan kondisi individu siswa.
Ø  Teknologi pengajaran yang digunakan dapat merespon siswa belajar.

D.    Ciri-ciri Teknologi Pendidikan

Adapun ciri-ciri teknologi pendidikan dalam (Mudhoffir, 1986:19) sebagai berikut:
ü  Ciri Fiksatif (Fixative Property)
Ciri-ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan dan merekontruksikan suatu peristiwa atau objek. Suatu peristiwa tau objek dapat diurut dan disusun kembali dengan media seperti fotografi, video tape,audio tape, disket komputer dan film. Suatu objek yang telah diambil gambarnya (direkam) dengan kamera atau video kamera dengan mudah dapat direproduksikan dengan mudah kapan saja diperlukan. Dengan cirri fiksatif ini, media memungkinkan suatu rekaman kejadian atau objek yang terjadi pada satu waktu tertentu ditransportasikan tanpa mengenal waktu.
ü  Ciri Manipulatif (Manipulative Property)
Kejadian atau objek dari ciri manipulatif ini dengan jalan mengedit hasil rekaman, sehingga dapat menghemat waktu. Transformasi suatu kejadian atau objek dimungkinkan karena memilki ciri manipulatif. Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit dengan tehnikpengambilan gambar ”time lapse recording”. Di samping dapat mempercepat suatu kejadian, dapat pula diperlambat pada saat menayangkan kembali hasil suatu rekaman video.
ü  Ciri Distributif (Distributive Property)
Ciri distributive dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransportasikan melalui ruangan dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu. Distribusi media tidak hanya terbatas pada suatu kelas beberapa sekolah di dalam suatu wilayah tertentu. Misalnya rekaman video audio, disket komputer, dapat disebar keseluruh penjuru tempat yang diinginkan.

E.     Perkembangan Teknologi Pendidikan

Lewis Elton dalam (Fred Percival dan Henry Ellington, 1988:10-15) mengidentifikasikan pengembangan teknologi pendidikan menjadi tiga tahapan:
1.                              Komunikasi Massa.
Tahap besar pertama dalam pengembangan teknologi pendidikan adalah dalam bidang komuniknsi massa atau pengajaran secara massal. Dorongan yang paling besar pada tahap ini adalah adanya keinginan untuk mencapai skala ekonomis dengan menggunakan peralatan hardware  yang telah dikembangkan pada saat ini. Pengembangan hardware ini menimbulkan pemgertian bahawa, akan lebih banyak orang yang dapat dilatih dan dididik tanpa menambah jumlah guru dan pelatih.
2.      Belajar Kelompok
Bidang kegiatan utama tahap ini dari teknologi pendidikan dipusatkan pada falsafah dan teknik belajar individual. Dasar teorinya adalah psikologi prilaku (behavioral psychology) yang dipelopori oleh BF Skinner pada tahun 1950-an yang pengembangannya mengarahkan pada paket belajar individual yang kemudian diikuti dengan rancangan dan produksi system belajar individual secara lengkap.
3.      Belajar Individu
Hal ini dapat dibantah bahwa tahap belajar terhadap pendidikan dan latihan saat ini dibandingkan tahap komunikasi massa karena tahap ini mempunyai keterbatasan yang defentitif. Contoh keterbatasan adalah dari defenisinya saja “individual” misalnya siswa tidak dapat mengembangkan kemampuan yang diperoleh dari kerja kelompok, seperti diskusi dan keterampilan interpersonal. Siswa tidak dapat berintegrasi satu sama lainya. Oleh sebab itu, belajar kelompok dianggap sebagai cara belajar yang sangat baik.
Dalam buku Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia  disebutkan bahwa perkembangan teknologi yang telah membawa berbagai industri maju pada posisinya sekarang, (Habibie, 1993:16-17) dapat kita lihat adanya tahap-tahap dengan cirinya masing-masing:
a.       Tahap permulaan di mana teknologi dihasilkan oleh individu-individu yang bekerja sendiri-sendiri berdasarkan pengetahuan individu. Tahap ini ditandai dengan komonikasi yang lemah. Teknologi yang dihasilkan relatif berkadar rendah.
b.      Tahap  kedua dari proses ditandai oleh kegiatan riset yang meningkat dalam bentuk kelompok yang kemudian berbentuk kegiatan litbang terapan industri. Cirri dari tahap kedua ini adalah orientasinya yang lebih bersifat ekonomis.
c. Tahap ketiga ditandai dengan mulai berperannya kegiatan litbang organisasi swasta yamg semakin lama semakin memegang peran penting. Orientasi tahap ini tidak dapat bersifat ekonomi, tetapi juga berorientasi nonekonomi. Terbinanya serta adanya koordinasi antara dua kelompok litbang yang dimaksud merupakan factor penentu dalam tingkat teknologi yang dihasilakan.
d. Tahap keempat dari proses perkembangan teknologi ditandai oleh semakin pentingnya peranan “ilmu murni” dalam mendukung litbang. Dalam tahap ini peranan lembaga-lembaga ilmiah,  termasuk lembaga-lembga pendidikan tinggi beserta laboraturiumnya, menjadi sangat menonjol.   
Demikian gambaran dari perkembangan teknologi secara umum, yang mana perkembangan teknologi seperti diatas baik yang berupa alat elektronik (hardware) ataupun bahan (software) yang ada telah mempengaruhi seluruh sector kehidupan termasuk pendidikan.
Pesatnya perkembangan dalam teknologi pendidikan akhirnya melahirkan sebuah konsep baru  yaitu Teknologi komunikasi pendidikan. Teknologi Komunikasi Pendidikan dapat dijelaskan melalui dua pendekatan. Yang pertama  adalah dari sudurt komunikasi sehingga berarti teknologi komunikasi yang dipakai dalam bidang pendidikan.. yang kedua dari sudut pendidikan yaitu pendidikan yang memanfaatkan media komunikasi.


KESIMPULAN

            Pada setiap ilmuwan Indonesia diharapkan tumbuh berkembangnya kesadaran bahwa sebagai warga negara yang dikaruniai pengetahuan , ketrampilan, dan kearifan yang lebih mampu mengembangkan karya nyata maupun karya konseptual, untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kesejahteraan bangsa seperti yang dicita-citakan, dengan selalu memprhatiokan kemampuan dan keterbatasan iptek beserta sumber daya pendukungnya, potensi positif, maupun dampak kurang menguntungkan pemanfaatan iptek pada lingkungan sosisal maupun lingkungan alamiah.
            Dengan demikian dalam dunia pendidikan sangat dibutuhkan teknologi pendidikan atu media pendidikan. Teknologi pendidikan atau media pendidikan adalah suatu proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan  manusia, prosedur, ide, alat dan organisasi,  untuk menganalisis masalah yang berkaitan dengan aspek belajar yang baik dalam proses belajar mengajar yang bertujuan mencapai efektifitas pengajaran sehingga mendapat tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran.  
            Dengan adanya alat-alat elektronik yang terus berkembang di zaman modern sangat mempengaruhi seluruh sector kehidupan termasuk dalam dunia pendidikan . Pesatnya  perkembangan tersebut menimbulkan berbagai konsep dalam dunia pendidikan  yang bertujuan agar suatu proses belajar mengajar dapat menjadi lebih baik, efektif dan efesien.
            Maka peran teknologi dalam dunia pendidikan adalah merupakan suatu alat bantu dalam proses belajar mengajar baik dalam desain, pelaksaan serta dalam mengevaluasi. Dengan kata lain teknologi sekarang ini telah menjadi suatu pendekatan dalam pemecahan masalah yang terjadi dalam dunia pendidikan.  Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai sistem dalam pendidikan.


               
Daftar Pustaka

Percival, Fred dan Henry Ellington, alih bahasa Sudjarwo. Teknologi Pendidikan. Jakarta: Erlangga.1988.

Suharto dan Tata Iryanto. Kamus Bahasa Indonesia Terbaru. Surabaya: Indah. Tt.

Wilkinson, Gene L. Media Dalam Pembelajaran Penelitian Selama 60 Tahun. Jakarta: CV. Rajawali. 1984.  

Miarso, Yusufhadi dkk. Teknologi Komunikasi Pendidikan dan Penerapannya di Indonesia. Jakarta:  CV. Rajawali. 1986.  

Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada. 2003.

Habibie, B.J. Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia. 1993.

Setijadi. Definisi Teknologi Pendidikan. Jakarta: CV. Rajawali. 1986.

Asnawir dan Drs. M. Basyiruddin Usman. Media Pengajaran. Padang: Sarana Grafika.  2001.


Mudhoffir. Teknologi Intruksional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 1986.

No comments:

Post a Comment