A. Pengertian Teknologi Pendidikan
Istilah teknologi memang dipinjam dan
pemakaiannya dimulai dalam bidang industri. Istilah ini berasal dari bahasa
Greek “techne” yang berarti cara atau seni, sedang logos (bahasa latin) berarti
ilmu atau pengetahuan yang dimaksudkan untuk melukiskan suatu susunan atau
system yang bekerja nmenurut suatu cara untuk mencapai tujuan tertentu.
Dalam kamus bahasa Indonesia disebutkan
teknologi adalah kata benda yang berarti : Ilmu teknik (Suharto dan Tata
Iryanto: 257)
Bila dihubungkan dengan pendidikan,
pengajaran, maka teknologi bukanlah sekedar benda, alat, bahan atau perkakas,
tetapi tersimpul pula sikap, perbuatan organisasi dan manajemen yang berhubungan
dengan penerapan ilmu. (Setijadi, 1986: 87).
Pengertian teknologi pengajaran adalah
suatu proses yang kompleks dan terpadu yang meliputi manusia, prosedur, ide,
alat dan organisasi untuk menganalisis masalah serta merancang, melaksanakan,
menilai dan mengelola usaha pemecahan masalah yang berhubungan dengan segala
aspek belajar. (Mudhoffir, 1986:5)
Sedangkan menurut Fred Percival dan Henry
Ellington yang dialih bahasakan oleh Sudjarwo mengatakan “bahwa teknologi
pendidikan adalah sesuatu yang berhubungan dengan peralatan teknik dan media
yang dipakai dalam pendidikan, seperti overhead, projector, televisi,
slide projector, auditape, rekaman video dan sebagainya”. Sedangkan yang
lain berpendapat bahwa teknologi pendidikan adalah suatu kegiatan yang
melibatkan analisis klinis dan sistematis dari keseluruhan proses belajar
mengajar sebagai usaha untuk mencapai keefektivan belajar mengajar yang
optimal. (Fred Percival dan Henry Ellington, 1988:1).
Gene L. Wilkinson mengemukakan, teknologi
pendidikan adalah suatu proses yang kompleks dan terpadu menyangkut orang,
prosedur, ide, alat dan organisasi, untuk menganalisis masalah, merencanakan,
melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang berkaitan
dengan segala aspek belajar. (Gene L. Wilkinson, 1984:3)
Menurut Yusufhadi Miarso, dkk, teknologi
pendidikan adalah suatu proses yang integrasi meliputi manusia, prosedur, ide,
peralatan dan organisasi, untuk menganalisa masalah, yang menyangkut semua
aspek belajar, serta merancang, melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan
masalah itu. (Yusufhadi Miarso, dkk.1986:5).
Dalam buku Teknologi Pendidikan (Fred
Percival dan Henry Ellington, 19889-10) menyebutkan bahwa pengertian teknologi pendidikan adalah :
1.
Teknologi pendidikan adalah
pengembangan, peneerapan, dan evaluasi system, teknik dan alat dengan tujuan
untuk meningkatkan proses belajar bagi manusia.
2.
Teknologi pendidikan adalah
penerapan pengetahuan ilmiah tentang belajar dan kondisi belajar, untuk
meningkatkan efektivitas dan efesiensi dalam mengajar dan latihan. Dalam
implisit, adalah menetapkan prinsip-prinsip ilmiah, teknologi pendidikan adalah
menerapkan teknik-teknik empiris untuk meningkatkan situasi belajar.
3.
Teknologi pendidikan adalah
cara yang sistematik dalam desain, penerapan dan evaluasi proses belajar
mengajar secara keseluruhan untuk mencapai tujuan instruksional yang spesifik,
berdasarkan pada penelitian teori belajar, komunikasi dan penggunaan secara
kombinasi dari berbagai sumber manusia dan non manusia untuk memperoleh
efektivitas pengajaran.
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan
bahwa teknologi pendidikan suatu proses yang kompleks dan terpadu menyangkut
orang, prosedur, ide, alat dan organisasi, untuk menganalisis masalah,
merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang
berkaitan dengan segala aspek belajar yang baik dalam proses belajar mengajar
untuk memperoleh efektivitas pengajaran sehingga mendapat tujuan yang ingin
dicapai dalam pembelajaran.
B. Macam-macam Teknologi
Dalam
dunia pendidikan ada dua persepsi yang berbeda tentang teknologi pendidikan,
yaitu teknologi dalam pendidikan dan teknologi dari pendidikan.
I.
Teknologi Dalam
Pendidikan.
Teknologi
dalam pendidikan mencakupi setiap kemungkinan sarana (alat) yang dapat
digunakan untuk menyajikan informasi. Hal ini berhubungan erat dengan alat-alat yang
dipakai dalam pendidikan dan latihan seperi. TV, Laboratorium Bahasa, audio
visual aids (AV aids)/alat Bantu pandang dengar, dan berbagai jenis media yang
diproyeksikan.
Secara
umum AV aids terdiri dari dua komponen yang saling tergantung tetapi berbeda
satu sama lain, yaitu:
a.
Sesuatu yang disebut dengan
perangkat keras (hardware). Pengertian hardware adalah yang berhubungan dengan
peralatan yang sesungguhnya, seperti overhead projector (OHP), slide projector,
tape recoerder, perekam kaset vidio, monitor TV, mikro komputer, projector
film, dan projector film strip.
b.
Sesuatu yang disebut dengan
perangkat lunak (software). Software adalah yang berkenaan dengan benda yang
dipakai sehubungan dengan adanya hardware tersebut. Benda tersebut antara lain
adalah transparansi, program slide, kaset audio, rekaman video, dan program
komputer. (Fred Percival dan Henry Ellington, 1988), p. 2.
Dalam
Buku (Arsyad 2003: 30-32) teknologi memiliki
bermacam jenis di antaranya adalah :
1.
Teknologi Cetak
Teknologi cetak adalah cara untuk
menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual statis
terutama melaui proses percetakan mekanis atau fotografis.
2.
Teknologi Audio Visual
Teknologi audio visual adalah cara
menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis
dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual.
3.
Teknologi Berbasis Komputer
Teknologi berbasis komputer merupakan cara
menghasilkan menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis
mikro-prosesor.
4.
Teknologi Gabungan
Teknologi gabungan adalah cara untuk
menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa
bentuk media yang dikendalikan oleh komputer.
II.
Teknologi dari
pendidikan.
Para ahli teknologi pendidikan berpendapat bahwa peran utama
teknologi pendidikan adalah untuk membantu meningkatkan efisiensi menyeluruh
proses belajar mengajar. Dalam pendidikan dan pelatihan, meningkatkan efisiensi
mempunyai banyak arti. Hal yang mungkin dapat memperjelas arti efisiensi
tersebut, antara lain adalah sebagai berikut (Fred Percival dan Henry
Ellington, 1988:3):
a.
Meningkatkan kualitas belajar
atau penguasaan materi belajar.
b.
Mempersingkat waktu yang
dipakai untuk mencapai tujuan-tujuan yang diingikan dalam belajar.
c.
Meningkatkan kemampuan guru,
dalam arti guru dapat lebih memperhatikan siswa satu-persatu dalam jumlah siswa
yang relatif banyak tanpa mengurangi kualitas belajar mengajar.
d.
Mengurangi biaya, tanpa
mempengaruhi kualitas belajar.
Penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar mempunyai
nilai-nilai praktis sebagai berikut (Asnawir dan Usman, 2001:14-15):
·
Teknologi dapat mengatasi
berbagai keterbatasan pengalaman yang dimilki siswa atau mahasiswa.
·
Teknologi dapat mengatasi ruang
kelas.
·
Teknologi memungkinkan adanya
interaksi langsung antara siswa dengan lingkungan.
·
Teknologi menghasilkan pengamatan.
·
Teknologi dapat menanamkan
konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis. Penggunaan media, seperti
gambar, film, model, grafik, dan lainnya dapat memberikan konsep dasar yang
benar.
·
Teknologi dapat membangkitkan
keinginan dan minat yang baru.
·
Teknologi dapat membangkitkan
motivasi dan merangsang siswa untuk belajar.
·
Teknologi dapat memberi
pengalaman yang integral dari suatu yang konkrit sampai kepada yang abstrak.
C.
Fungsi Dan Manfaat Teknologi
Pendidikan
Menurut Levie dan Lentz, ada empat fungsi teknologi
pendidikan:
1.
Fungsi atensi, media visual
merupakan inti yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk
berkosentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang
ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
2.
Fungsi afektif, media visual
dapat dilihat dari tingkatan kenikmatan siswa ketika belajar atau membaca teks
yang bergambar.
3.
Fungsi kognitif, media visual
terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambing visual
atau gambar memperlancar pencapaian tujuan memahami dan mengingat informasi
atau pesan yang terkandung di dalam gambar.
Menurut Sudjana dan Rivai dalam Buku (Setijadi, 1986:23-25) bahwa manfaat teknologi pendidikan
adalah:
1.
Pengajaran akan lebih menarik
perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2.
Bahan pengajaran akan lebih
jelas maknanya sehingga dapat dipahami oleh semua siswa.
3.
Metode mengajar akan lebih
bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata
oleh guru sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. Apalagi
kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran.
Dalam salah satu buku media pengajaran (Asnawir dan Usman,
2001:28) disebut pula
bahwa fungsi teknologi pengajaran sebagai berikut:
Ø Membantau memudahkan belajar bagi siswa atau mahasiswa dan membantu
memudahkan mengajar bagi guru atau dosen.
Ø Memberi pengalaman lebih nyata (yang abstrak dapat menjadi konkrit).
Ø Semua indra murid dapat diaktifkan. Kelemahan satu indaradapat
diimbang oleh kekuatan indra yang lainnya.
Ø Menarik perhatian siswa lebih besar (jalannya pelajaran tidak
membosankan).
Ø Lebih menarik perhatian dan minat murid dalam belajar.
Ø Dapat membangkit dunia teori dengan realita.
Ada beberapa syarat umum yang harus dipatuhi
dalam pemanfaatan
teknologi pengajaran dalam proses belajar mengajar:
Ø Teknologi pengajaran yang digunakan harus sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan.
Ø Teknologi pengajaran tersebut merupakan media yang dapat dilihat
atau didengar.
Ø Teknologi pengajaran juga harus sesui dengan kondisi individu siswa.
Ø Teknologi pengajaran yang digunakan dapat merespon siswa belajar.
D. Ciri-ciri Teknologi Pendidikan
Adapun
ciri-ciri teknologi pendidikan dalam (Mudhoffir, 1986:19) sebagai berikut:
ü Ciri Fiksatif (Fixative Property)
Ciri-ciri ini menggambarkan kemampuan media
merekam, menyimpan, melestarikan dan merekontruksikan suatu peristiwa atau
objek. Suatu peristiwa tau objek dapat diurut dan disusun kembali dengan media
seperti fotografi, video tape,audio tape, disket komputer dan film. Suatu objek
yang telah diambil gambarnya (direkam) dengan kamera atau video kamera dengan
mudah dapat direproduksikan dengan mudah kapan saja diperlukan. Dengan cirri
fiksatif ini, media memungkinkan suatu rekaman kejadian atau objek yang terjadi
pada satu waktu tertentu ditransportasikan tanpa mengenal waktu.
ü Ciri Manipulatif (Manipulative Property)
Kejadian atau objek dari ciri manipulatif ini dengan
jalan mengedit hasil rekaman, sehingga dapat menghemat waktu. Transformasi
suatu kejadian atau objek dimungkinkan karena memilki ciri manipulatif.
Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada siswa dalam
waktu dua atau tiga menit dengan tehnikpengambilan gambar ”time lapse
recording”. Di samping dapat mempercepat suatu kejadian, dapat pula diperlambat
pada saat menayangkan kembali hasil suatu rekaman video.
ü Ciri Distributif (Distributive Property)
Ciri distributive dari media memungkinkan suatu objek
atau kejadian ditransportasikan melalui ruangan dan secara bersamaan kejadian
tersebut disajikan kepada sejumlah siswa dengan stimulus pengalaman yang
relatif sama mengenai kejadian itu. Distribusi media tidak hanya terbatas pada
suatu kelas beberapa sekolah di dalam suatu wilayah tertentu. Misalnya rekaman
video audio, disket komputer, dapat disebar keseluruh penjuru tempat yang
diinginkan.
E. Perkembangan Teknologi Pendidikan
Lewis Elton dalam (Fred Percival dan Henry Ellington, 1988:10-15) mengidentifikasikan
pengembangan teknologi pendidikan menjadi tiga tahapan:
1.
Komunikasi Massa.
Tahap
besar pertama dalam pengembangan teknologi pendidikan adalah dalam bidang
komuniknsi massa
atau pengajaran secara massal. Dorongan yang paling besar pada tahap ini adalah
adanya keinginan untuk mencapai skala ekonomis dengan menggunakan peralatan
hardware yang telah dikembangkan pada
saat ini. Pengembangan hardware ini menimbulkan pemgertian bahawa, akan lebih
banyak orang yang dapat dilatih dan dididik tanpa menambah jumlah guru dan
pelatih.
2.
Belajar Kelompok
Bidang
kegiatan utama tahap ini dari teknologi pendidikan dipusatkan pada falsafah dan
teknik belajar individual. Dasar teorinya adalah psikologi prilaku (behavioral
psychology) yang dipelopori oleh BF Skinner pada tahun 1950-an yang
pengembangannya mengarahkan pada paket belajar individual yang kemudian diikuti
dengan rancangan dan produksi system belajar individual secara lengkap.
3.
Belajar Individu
Hal ini
dapat dibantah bahwa tahap belajar terhadap pendidikan dan latihan saat ini
dibandingkan tahap komunikasi massa
karena tahap ini mempunyai keterbatasan yang defentitif. Contoh keterbatasan
adalah dari defenisinya saja “individual” misalnya siswa tidak dapat
mengembangkan kemampuan yang diperoleh dari kerja kelompok, seperti diskusi dan
keterampilan interpersonal. Siswa tidak dapat berintegrasi satu sama lainya.
Oleh sebab itu, belajar kelompok dianggap sebagai cara belajar yang sangat
baik.
Dalam buku Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia disebutkan bahwa perkembangan teknologi yang
telah membawa berbagai industri maju pada posisinya sekarang, (Habibie, 1993:16-17) dapat kita lihat adanya
tahap-tahap dengan cirinya masing-masing:
a.
Tahap permulaan di mana
teknologi dihasilkan oleh individu-individu yang bekerja sendiri-sendiri
berdasarkan pengetahuan individu. Tahap ini ditandai dengan komonikasi yang
lemah. Teknologi yang dihasilkan relatif berkadar rendah.
b.
Tahap kedua dari proses ditandai oleh kegiatan
riset yang meningkat dalam bentuk kelompok yang kemudian berbentuk kegiatan
litbang terapan industri. Cirri dari tahap kedua ini adalah orientasinya yang
lebih bersifat ekonomis.
c. Tahap ketiga ditandai dengan
mulai berperannya kegiatan litbang organisasi swasta yamg semakin lama semakin
memegang peran penting. Orientasi tahap ini tidak dapat bersifat ekonomi,
tetapi juga berorientasi nonekonomi. Terbinanya serta adanya koordinasi antara
dua kelompok litbang yang dimaksud merupakan factor penentu dalam tingkat
teknologi yang dihasilakan.
d. Tahap keempat dari proses
perkembangan teknologi ditandai oleh semakin pentingnya peranan “ilmu murni”
dalam mendukung litbang. Dalam tahap ini peranan lembaga-lembaga ilmiah, termasuk lembaga-lembga pendidikan tinggi
beserta laboraturiumnya, menjadi sangat menonjol.
Demikian gambaran dari perkembangan
teknologi secara umum, yang mana perkembangan teknologi seperti diatas baik
yang berupa alat elektronik (hardware) ataupun bahan (software) yang ada telah
mempengaruhi seluruh sector kehidupan termasuk pendidikan.
Pesatnya perkembangan dalam teknologi
pendidikan akhirnya melahirkan sebuah konsep baru yaitu Teknologi komunikasi pendidikan.
Teknologi Komunikasi Pendidikan dapat dijelaskan melalui dua pendekatan. Yang
pertama adalah dari sudurt komunikasi
sehingga berarti teknologi komunikasi yang dipakai dalam bidang pendidikan.. yang
kedua dari sudut pendidikan yaitu pendidikan yang memanfaatkan media
komunikasi.
KESIMPULAN
Pada setiap ilmuwan Indonesia diharapkan tumbuh berkembangnya
kesadaran bahwa sebagai warga negara yang dikaruniai pengetahuan , ketrampilan,
dan kearifan yang lebih mampu mengembangkan karya nyata maupun karya
konseptual, untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi
kesejahteraan bangsa seperti yang dicita-citakan, dengan selalu memprhatiokan
kemampuan dan keterbatasan iptek beserta sumber daya pendukungnya, potensi
positif, maupun dampak kurang menguntungkan pemanfaatan iptek pada lingkungan
sosisal maupun lingkungan alamiah.
Dengan demikian
dalam dunia pendidikan sangat dibutuhkan teknologi pendidikan atu media
pendidikan. Teknologi pendidikan atau media pendidikan adalah suatu proses yang
kompleks dan terpadu yang melibatkan
manusia, prosedur, ide, alat dan organisasi, untuk menganalisis masalah yang berkaitan
dengan aspek belajar yang baik dalam proses belajar mengajar yang bertujuan
mencapai efektifitas pengajaran sehingga mendapat tujuan yang ingin dicapai
dalam proses pembelajaran.
Dengan adanya alat-alat elektronik yang terus berkembang di zaman
modern sangat mempengaruhi seluruh sector kehidupan termasuk dalam dunia
pendidikan . Pesatnya perkembangan
tersebut menimbulkan berbagai konsep dalam dunia pendidikan yang bertujuan agar suatu proses belajar
mengajar dapat menjadi lebih baik, efektif dan efesien.
Maka peran
teknologi dalam dunia pendidikan adalah merupakan suatu alat bantu dalam proses
belajar mengajar baik dalam desain, pelaksaan serta dalam mengevaluasi. Dengan
kata lain teknologi sekarang ini telah menjadi suatu pendekatan dalam pemecahan
masalah yang terjadi dalam dunia pendidikan.
Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai sistem dalam pendidikan.
Daftar Pustaka
Percival, Fred dan Henry Ellington, alih
bahasa Sudjarwo. Teknologi Pendidikan. Jakarta : Erlangga.1988.
Suharto dan Tata Iryanto. Kamus Bahasa
Indonesia
Terbaru. Surabaya :
Indah. Tt.
Wilkinson, Gene L. Media Dalam
Pembelajaran Penelitian Selama 60 Tahun. Jakarta : CV. Rajawali. 1984.
Miarso, Yusufhadi dkk. Teknologi
Komunikasi Pendidikan dan Penerapannya di Indonesia. Jakarta :
CV. Rajawali. 1986.
Arsyad, Azhar. Media
Pembelajaran. Jakarta :
PT. RajaGrafindo Persada. 2003.
Habibie, B.J. Akademi Ilmu
Pengetahuan Indonesia .
Jakarta : PT.
Gramedia Widiasarana Indonesia .
1993.
Setijadi. Definisi Teknologi
Pendidikan. Jakarta :
CV. Rajawali. 1986.
Asnawir dan Drs. M. Basyiruddin
Usman. Media Pengajaran. Padang :
Sarana Grafika. 2001.
Mudhoffir. Teknologi
Intruksional. Bandung :
PT. Remaja Rosdakarya. 1986.
No comments:
Post a Comment